PENGERTIAN AKIDAH, SALAF DAN
AHLUS SUNNAH WAL JAMA`AH
- AKIDAH
Kata aqidah atau i’tiqod secara bahasa berasal dari kata al ‘aqdu yang artinya berputar sekitar makna kokoh, kuat, dan erat. (Madkhol Lidiroosatil Akidah Al Islamiyah, Dr. Utsman Jum’ah Ad Dhomairiyah)
Adapun secara istilah umum, kata aqidah bermakna keyakinan yang kokoh akan sesuatu, tanpa ada keraguan. (Al Mu’jam Al Washith 2/614)
Jika keyakinan tersebut sesuai dengan realitas yang ada dalam hal ini sesuai dengan keterangan Alquran dan As Sunnah, maka aqidah tersebut benar, namun jika tidak sesuai maka aqidah tersebut bathil. (Ibnu Utsaimin Syarhul Akidah Wasathiyah)
Setiap pemeluk suatu agama memiliki suatu aqidah tertentu. Namun kebenaran aqidah hanya ada dalam Islam. Karena dia bersumber dari Dzat yang Maha Mengetahui, yaitu Allah Ta’ala.
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ
“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Ali Imron : 19)
Sehingga karenanya tidak ada perbedaan antara aqidah yang dibawa oleh para Nabi dari masa ke masa.
Adapun aqidah yang bathil, mencakup semua aqidah yang bertentangan dengan wahyu. Yaitu aqidah yang hanya bersumber dari akal manusia, atau berasal dari wahyu namun diubah dan diselewengkan. Seperti aqidahnya orang yahudi bahwa Uzair adalah anak Allah, atau aqidahnya orang Nashroni bahwa al masih adalah anak Allah, atau aqidah Syi`ah yang berkeyakinan bahwa Allah menyesal setelah berkehendak, yang dinamakan aqidah bada’.
Dalam definisi syar’i, aqidah dalam agama islam bermakna masalah-masalah ilmiyah yang berasal dari Allah dan RosulNya, yang wajib bagi setiap muslim untuk meyakininya sebagai pembenaran terhadap Allah dan Rosul Nya. (Dr. Sulaiman Umar Al Asyqor, Akidah Fillah)
Kemudian ada beberapa istilah yang semakna dengan aqidah yang juga digunakan oleh para ulama, diantaranya:
Al Fiqhul Akbar
Ulama yang pertama kali menggunakan istilah ini adalah Abu Hanifah (150 H) dalam kitabnya Al Fiqhul Akbar.
Al Iman
Iman secara Bahasa bermakna At Tashdiq (pembenaran) dan Al Iqroor (penetapan). Adapun secara istilah syar’i iman adalah pembenaran dan penetapan serta ketundukan terhadap kebenaran yang berasal dari wahyu. Dan para ulama sepakat bahwa Iman mencakup perkataan dan perbuatan, perkataan hati dan lisan, perbuatan hati dan anggota badan.
Istilah iman merupakan kata yang paling sering disebutkan dalam Al Qur’an maupun sunnah. Diantara para ulama yang menggunakan istilah ini adalah Ibnu Mandah (395 H) dalam kitabnya Kitabul Iman, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (728 H) juga dalam dua kitabnya yaitu Al Iman Ausath dan Al Imanul Kabir, kemudian juga Imam Bukhari dalam Shohihnya membuat bab di awal sohihnya dengan nama kitabul iman.
As Sunnah
Kata sunnah memiliki makna yang bermacam macam tergantung disiplin ilmu masing masing. Dalam ilmu fiqih sunnah adalah hal hal yang jika dikerjakan mendapatkan pahala, dan jika ditinggalkan tidak apa apa. Dalam ilmu ushul fiqih assunnah bermakna sumber wahyu kedua setelah Al Qur’an. Dalam ilmu hadits assunnah merupakan persamaan kata dari aqidah, dan seterusnya. Terkadang juga sunnah digunakan sebagai antitesa dari kata bid’ah. Namun kemudian banyak ulama yang menggunakan istilah sunnah ditunjukan kepada makna aqidah dikarenakan urgensi ilmu aqidah yang merupakan pokok agama islam. Diantara para ulama yang menggunakan istilah sunnah adalah Imam Ahlus Sunnah Ahmad bin Hambal (327 H) dalam kitabus Sunnah dan Imam Al Barbahaari (329 H) dalam kitabnya Syarhus Sunnah.
At Tauhid
Kata tauhid terdapat dalam hadits Mu’adz ketika diutus ke yaman diatas. Diantara para ulama yang menggunakan kata ini adalah Ibnu Khuzaimah (311 H) dalam Kitabut Tauhid Wa Itsbaatu Shifaatir Rabb ‘Azza Wa Jalla , juga Imam Al Maqriizi (845 H) dalam kitabnya Tajridut Tauhid Al Mufid, serta Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab (1206 H) dalam Kitabut Tauhid Alladzi Huwa Haqqullah ‘Alal ‘Abid. Kitab kitab yang ditulis dengan istilah tauhid hanya membahas hal hal yang berkaitan dengan tauhid dengan ketiga macamnya, yang merupakan bagian dari ilmu aqidah. Sehingga kitab-kitab aqidah lebih bersifat komprehensif (syumul). Selain membahas masalah tauhid, kitab-kitab aqidah juga membahas hal hal lain seperti iman dan rukun-rukunnya, islam dan rukun-rukunnya, hal-hal yang bersifat ghoib, kaidah-kaidah dalam aqidah yang pasti yang disepakati para ulama, wala dan baro, bantahan terhadap aliran sesat dan lain-lain.
As syari’ah
Secara umum aqidah seperti sunnah, terkadang dimaksudkan seluruh yang disyariatkan oleh Allah kepada hambanya berupa hukum hukum yang disampaikan oleh para nabi. Terkadang dimaksudkan hanya masalah aqidah, dan terkadang dimaksudkan masalah amaliyah fiqhiyah saja. Dalam Al Qur’an pun makna Syariah berbeda beda, terkadang syariat bermakna seluruh ajaran yang dibawa para nabi, terkadang dikhususkan ajaran setiap nabi yang berbeda antara satu nabi dengan yang lainnya, dan terkadang dikhususkan kepada kesamaan da’wah seluruh nabi yaitu tauhid.
Adapun secara khusus makna Syari’ah adalah aqidah yang diyakini oleh ahlu sunnah wal Jama’ah. Dan ini lah yang dimaksud oleh para ulama ketika menulis kitab-kitab aqidah dengan nama As Syari’ah. Diantara ulama yang menggunakan istilah ini adalah Imam Al Ajurri (360 H) dalam kitab beliau As Syarii’ah dan Ibnu Bathoh (387 H) dalam kitab beliau Al Ibaanah ‘Alaa Syarii’ati Firqotun Naajiyah.
Ushulud Din
Ashlu atau pokok adalah apa yang dibangun diatasnya sesuatu. Maka ushulud din adalah sesuatu yang agama dibangun diatasnya. Dan agama islam dibangun diatas aqidah yang benar. Sehingga para ulama menggunakan istilah ini dengan makna ilmu aqidah. Dan ini yang kita kenal dalam perguruan perguruan tinggi di timur tengah, saudi arabia khususnya fakultas yang berkonsentrasi membahas akidah adalah fakultas ushuluddin. Diantara ulama yang menggunakan istilah ini adalah Abu Hasan Al Asy’ari (324 H)dalam kitab beliau Al Ibanah ‘An Ushulid Diyanah, dan Ibnu Bathoh (387 H) dalam kitabnya Asy Syarhu wal Ibanag ‘An Ushulis sunnah Wad Diyanah.
Target yang diharapkan setelah mempelajari materi ini :
- Memahami pengertian akidah secara Bahasa dan secara istilah
- Menjelaskan dengan baik kapan aqidah seseorang itu dikatakan benar dan kapan dikatakan salah
- Menjelaskan dengan baik serta menyebutkan dalilnya bahwa kebenaran aqidah hanyalah di dalam Islam
- Menyebutkan contoh-contoh aqidah yang salah
- Memahami istilah-istilah lain yang semakna dengan aqidah serta menyebutkan siapa saja dari ulama yang menamakan istilah tersebut semakna dengan akidah